Biologi Tanaman Kelapa

BIOLOGI DAN KLASIFIKASI KELAPA


Kelapa

Tanaman kelapa merupakan suatu tanaman pohon berbiji tunggal (monocotyledonous) dengan suatu kuncup terminal tunggal. Jadi tanaman ini mempunyai satu jalur (pathway) pertumbuhan tunggal yang memungkinkan suatu penelitian (studi) terhadap fisiologi yang mengarah ke produksi tanaman lebih mudah daripada pohon-pohon yang berkeping dua (dicotyledonous). Pengetahuan mengenai biologi dan klasifikasi dapat digunakan sebagai dasar dalam penerapan teknologi budidaya kelapa. Biologi kelapa membicarakan sistem perakaran, batang, daun dan pembungaan dan pembuahan. Sedangkan klasifikasi kelapa untuk mengetahui jenis dan keberagaman varietas kelapa. Kelapa sebagai tanaman yang menyerbuk silang mempunyai jenis yang cukup beragam.

1. Akar
Tanaman kelapa termasuk tumbuhan berkeping tunggal (monocotyledonous), mempunyai suatu sistem perakaran serabut (adventitious) dan sepanjang hidupnya menghasilkan banyak akar-akar yang tebal dan seragam yang keluar dari pangkal batang. Akar-akar utama menghasilkan akar sekunder dan tertier umumnya berumur panjang. Akar-akar ini secara fisiologis merupakan adaptasi aerasi atau “akar-akar nafas” yang membantu dalam pertukaran gas. 

Akar-akar utama diameternya mencapai 4 mm, dan mempengaruhi kemampuan akar menembus tanah padat atau tanah berkandungan liat tinggi. Akar-akar ini diisi jaringan-jaringan aerenchyma dengan baik. Penyerapan hara-hara mineral dan air terjadi dalam daerah akar persis diatas tudung akar karena akar tanaman kelapa tidak mempunyai rambut-rambut akar. Pohon-pohon tua atau yang tumbuh pada daerah tergenang akan mendiferensiasi akar-akar udara (nafas) yang muncul diatas zone (daerah) perakaran normal pada pangkal batang.

2. Batang
Batang kelapa yang sebenarnya terbentuk kira-kira 5 tahun setelah ditanam, dimana hanya ada satu titik tumbuh sehingga hanya satu pohon dapat berkembang. Selanjutnya karena tanaman ini tidak berkambium maka tidak ada pembesaran sekunder dan garis tengah pohon. Variasi kecil dalam lingkaran batang bisa ditemukan sebagai akibat faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Batang kelapa mencapai ketinggian 20 m - 25 m pada kelapa dalam, dan 10 m sampai 15 m pada kelapa genjah. Dengan demikian tidak ada pertumbuhan batang melebar (cross sectional). Pertumbuhan melebar hanya terjadi pada fase muda. Dalam keadaan optimal kecepatan pertumbuhan pada waktu masih muda dapat mencapai 1.5 m/tahun. Sedangkan pada tanaman berumur 25 tahun turun menjadi 50 cm atau kurang dan turun dengan drastis pada umur lebih dari 40 tahun yakni hanya 10 – 15 cm/tahun.

Diameter batang tanaman dewasa pada ketinggian diatas 2 m dari permukaan tanah (mdpl) dan selanjutnya keatas rata-rata 30-40 cm pada kelapa dalam. Bagian pangkal batang (bole) besarnya dua kali lipat diameter batang rata-rata. Pada kelapa genjah diameter batangnya lebih kecil dari kelapa dalam dan bentuknya hampir sama dari bagian bawah sampai bagian atas.


3. Daun
Kuncup terminal mendifferensiasikan satu daun tunggal satu persatu dan kira-kira selang 30 bulan sejak differensiasi satu daun hingga munculnya dari seludang (bongkol, sheat) daun. Rata-rata satu daun baru membuka sekali sebulan dan suatu pohon yang dewasa mempunyai tajuk dengan 30 – 40 daun. Pada keadaan-keadaan “favorable” tiap daun bertahan pada satu pohon untuk 3 – 3.5 tahun. Daun pertama yang baru keluar dan berkecambah masih bersatu, daun-daun tersebut baru membelah setelah bibit berumur 6 – 8 bulan. Ukuran daun pada fase pembibitan belum mencapai ukuran maksimum. Ukuran daun dewasa 5 – 6 m panjang pelepah dengan berat basah 10 – 15 kg, yang terdiri dari tangkai daun (petiole) terus memanjang menjadi tulang daun utama (Rachis).

Pada Rachis terdapat helai daun (leaflets) yang jumlah seluruhnya ± 200 helai. Leaflets terpanjang ± 130 cm sedangkan yang terpendek ± 25 cm. Daun yang terbuka terdiri atas: ± 5 daun muda yang membawa primordia bunga yang belum berdiferensiasi. ± 20 daun dewasa yang membawa rangkaian bunga atau buah dari berbagai tingkat kematangan. ± 10 daun tua bagian terbawah yang buah-buahnya sudah siap untuk dipungut.

Pertumbuhan daun dapat dibagi menjadi tiga fase yaitu
a. Fase “Juvenile” (muda), kurang lebih 2 tahun, pada fase ini daun tersebut hanya merupakan organ sederhana dengan ukuran ± 10 cm.
b. Fase “Rapid Elongation” (pertumbuhan cepat), kurang lebih 4 bulan, pada fase ini daun tumbuh dari ± 10 cm menjadi beberapa meter.
c. Fase “Adult Phase “ (dewasa), dalam fase ini pertumbuhan daun lengkap, fase ini sampai daun mati berkisar antara 24 – 30 bulan.

Daun-daun kelapa berposisi sedemikian rupa sehingga bila dilihat dari pucuk berturut-turut sampai ke daun tertua menempati sebuah spiral yang terdiri dari lima lingkaran. Arah spiral tersebut dapat ke kiri atau ke kanan. Dari daun yang satu ke daun yang berikutnya berjarak ± 140o atau 2/5 lingkaran. Posisi daun kelapa tersebut disebut “Phyllotaxy”.

4. Bunga (Inflorescence)
Tanaman kelapa adalah tanaman berumah satu (monoecious) sehingga tiap inflorescence membawa bunga jantan dan bunga betina. Pada kelapa dalam pembungaan mulai pada umur 5 – 7 tahun. Pada kelapa genjah pembungaan dimulai pada umur 3 tahun. Begitu pembungaan mulai, satu inflorescence pun berkembang pada ketiak setiap daun. Inflorescence pertama bisa terdiri dari hanya bunga-bunga jantan, bunga-bunga betina baru keluar dalam inflorescence berikutnya. Pada kelapa dalam rata-rata waktu antara produksi daun berturut-turut adalah lebih kurang sebulan, selang waktu antara pembukaan inflorescence pun juga sama. Pada kelapa genjah, inflorescence bisa membuka setiap 3 minggu. Bunga jantan dalam satu inflorescence berjumlah banyak, dari beberapa ratus sampai ribuan.

Bunga-bunga ini mula-mula membuka dan kemudian serbuksarinya disebarkan oleh angin. Jumlah bunga betina biasanya tidak melebihi 30 – 40 dan perbedaan-perbedaan musiman sebagian besar disebabkan oleh variasi-variasi dalam hal hara dan ketersediaan air. Pada kelapa dalam satu inflorescence bunga jantan masih menghasilkan serbuksari selama kira-kira dua minggu. Bunga-bunga betina lebih belakangan baru siap menerima serbuksari sehingga penyerbukan silang biasa terjadi. . Pada kelapa genjah, fase subur bagi bunga-bunga jantan dan bunga-bunga betina terjadi bersamaan (overlap) sehingga penyerbukan sendiri (self-pollination) lebih umum. Variasi musiman dapat terjadi dalam (a) jumlah bunga betina per inflorescence; (b) jumlah bunga masak yang terbentuk, dan (c) jumlah buah sebagai suatu persentase dari bunga betina ditunjukkan

5. Buah
Sebagian besar (sampai 70 %) dari buah-buah muda gugur dalam beberapa minggu setelah munculnya inflorescence. Sebagian buah hilang karena gagalnya penyerbukan tetapi kehilangan yang lebih besar adalah karena alasan-alasan fisiologis. Buah normalnya memerlukan waktu 12 bulan untuk mencapai masak penuh pada waktu itu kandungan kopranya mencapai maksimum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biologi Tanaman Kelapa"

Post a Comment